A. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
| Kategori K3 | Komponen/Tindakan | Potensi Bahaya & Prosedur Keselamatan |
| Alat Pelindung Diri (APD) | Masker Debu | Mencegah terhirupnya serbuk kampas rem (asbes) yang bersifat karsinogenik saat membersihkan tromol atau cakram. |
| Â | Sarung Tangan Nitril | Melindungi kulit dari minyak rem yang bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi atau dermatitis. |
| Â | Safety Goggles | Melindungi mata dari percikan minyak rem saat proses bleeding atau debu yang beterbangan. |
| Keamanan Mekanis | Jack Stand | Wajib digunakan sebagai penopang utama setelah mobil didongkrak. Jangan bekerja di bawah kendaraan yang hanya ditumpu dongkrak. |
| Â | Wheel Chocks | Mengganjal roda yang tidak dikerjakan agar kendaraan tidak bergeser saat posisi rem dibongkar. |
| Bahan Kimia | Minyak Rem | Sangat korosif terhadap cat bodi kendaraan. Gunakan fender cover dan segera cuci dengan air jika terkena permukaan cat. |
| Â | Brake Cleaner | Gunakan cairan khusus pembersih rem, hindari menyemprot debu rem dengan udara bertekanan (compressor) agar debu tidak tersebar di udara. |
| Lingkungan Kerja | Limbah Minyak | Minyak rem bekas harus ditampung di wadah khusus (limbah B3) dan tidak boleh dibuang ke saluran air umum. |

-
Komponen Fisik (Kampas, Cakram, Tromol)
Kerusakan/Masalah Penyebab Umum Solusi / Perbaikan Perawatan Pencegahan 1. Rem Berisik (Mencicit/Menggesek) 1. Kampas rem sudah habis (besi beradu dengan cakram). 2. Kampas aus tidak merata. 3. Kotoran/debu menempel di kampas atau cakram. Segera ganti kampas rem baru. Lakukan pembersihan pada cakram/tromol. Periksa ketebalan kampas rem secara rutin (setiap 10.000-20.000 km). 2. Getaran Saat Pengereman Cakram Bengkok (Warped Rotor) akibat panas berlebihan dan pendinginan mendadak (misalnya, melibas genangan air). Bubut (resurface) cakram jika ketebalan masih aman, atau ganti cakram baru. Hindari pengereman ekstrem dan berulang-ulang dalam waktu singkat (terutama saat turunan panjang). 3. Rem Menarik ke Samping Kaliper atau piston rem macet (tidak bergerak bebas) pada salah satu sisi roda. Bersihkan, lumasi, atau ganti piston/seal kaliper yang macet. Pastikan pelumas (grease) kaliper dalam kondisi baik saat servis. -
Sistem Hidrolik (Minyak Rem, Selang, Master Rem)
Kerusakan/Masalah Penyebab Umum Solusi / Perbaikan Perawatan Pencegahan 1. Pedal Rem Terlalu Dalam / “Ngelos” 1. Kebocoran minyak rem pada master rem, selang, atau kaliper. 2. Minyak rem berkurang drastis. Cari dan perbaiki sumber kebocoran (ganti seal, selang, atau master rem). Lakukan bleeding (buang angin) setelah perbaikan. Periksa ketinggian minyak rem rutin. Segera perbaiki jika ada tetesan minyak rem. 2. Rem Blong (Vapor Lock) Minyak rem tua telah menyerap terlalu banyak air, yang kemudian menguap menjadi gelembung saat suhu pengereman tinggi. Ganti minyak rem dengan yang baru 100%. Lakukan bleeding sempurna. Ganti minyak rem sesuai jadwal (rekomendasi pabrikan, biasanya 2-3 tahun), terlepas dari jarak tempuh. 3. Pedal Rem Keras/Kaku Kerusakan pada Brake Booster (vakum assist) atau kebocoran pada selang vakum booster. Ganti brake booster atau perbaiki selang vakum yang bocor. Periksa kondisi selang vakum booster saat servis. -
Sistem Elektronik (ABS, ESC, BA)
Kerusakan/Masalah Penyebab Umum Solusi / Perbaikan Perawatan Pencegahan 1. Lampu ABS/ESC Menyala Sensor Kecepatan Roda kotor, rusak, atau kabelnya putus. Bersihkan sensor dan konektor. Jika rusak, ganti sensor yang bermasalah. Jaga kebersihan area roda dan hindari benturan keras pada area sensor. 2. ABS Aktif Berlebihan Kotoran menempel pada Ring ABS (Tone Ring) sehingga pembacaan sensor salah. Bersihkan tone ring (cincin bergigi di dekat sensor) dari serpihan logam atau kotoran. Periksa kondisi ring saat penggantian bearing roda atau saat servis. 3. Sistem Kontrol Tidak Berfungsi Unit Modulator ABS/ECU rusak (kerusakan internal elektronik). Membutuhkan pemeriksaan diagnostik mendalam dan biasanya penggantian unit modulator/ECU (biaya tinggi). Lakukan scanner diagnostik sistem elektronik rem saat servis besar untuk deteksi dini.
Perawatandan perbaikan komponen fisikÂ
| Kriteria | Langkah Kerja (Merawat & Memperbaiki) |
| Cara Merawat |
Pembersihan Rutin: Gunakan Brake Cleaner untuk membersihkan debu asbes dan kotoran pada cakram dan tromol agar tidak menggores kampas. Pelumasan Pin Kaliper: Berikan Grease khusus rem pada pin kaliper agar kaliper bisa bergerak bebas (mencegah rem menarik ke samping). Cek Visual: Pastikan ketebalan kampas rem minimal masih 2-3 mm. |
| Cara Memperbaiki |
Ganti Kampas Rem: Jika sudah bunyi mencicit, segera ganti kampas. Jangan tunggu besi kampas bergesekan dengan piringan. Bubut Cakram: Jika pedal bergetar, piringan cakram yang bergelombang harus dibubut (jika masih tebal) atau diganti baru untuk mengembalikan kerataan permukaan. |
perawatan dan perbaikan sistem hidrolik
| Kriteria | Langkah Kerja (Merawat & Memperbaiki) |
| Cara Merawat |
Cek Kualitas Minyak: Gunakan alat Brake Fluid Tester untuk mengecek kadar air dalam minyak rem. Jika di atas 3%, segera ganti. Ganti Rutin: Lakukan pengurasan minyak rem setiap 20.000 km atau 2 tahun sekali untuk mencegah korosi internal dan Vapor Lock. |
| Cara Memperbaiki |
Bleeding (Buang Angin): Jika pedal terasa empuk/ngelos, lakukan prosedur bleeding untuk membuang udara yang terjebak di dalam sirkulasi hidrolik. Overhaul Master Rem: Jika terjadi kebocoran, ganti seal karet di dalam master rem atau ganti unit master rem secara utuh jika dinding silinder sudah cacat. |
perawatan dan perbaikan sistem elektronik (ABS/ESC)
| Kriteria | Langkah Kerja (Merawat & Memperbaiki) |
| Cara Merawat |
Pembersihan Sensor: Saat mencuci mobil atau servis roda, pastikan area Speed Sensor di dekat hub roda bersih dari lumpur atau serpihan logam. Cek Kabel: Pastikan instalasi kabel sensor ABS tidak tertekuk atau terjepit saat melakukan perbaikan suspensi. |
| Cara Memperbaiki |
Scanning Diagnostik: Jika lampu indikator ABS menyala, gunakan alat Scanner OBD2 untuk membaca kode kesalahan (DTC) agar tahu sensor roda mana yang bermasalah. Pembersihan Tone Ring: Bersihkan gerigi tone ring (cincin sensor) menggunakan sikat kawat kecil jika pembacaan sensor tidak akurat akibat tumpukan karat. |
Â
Â