Mengenal Lebih Dalam Sistem Rem: Kunci Keselamatan Berkendara

A. Sistem Kontrol Traksi (TCS – Traction Control System):

Aspek Deskripsi Komponen Terkait
Definisi Sistem keselamatan aktif pada kendaraan yang dirancang untuk mencegah roda mengalami selip (spin) saat berakselerasi.  
Tujuan Utama Meningkatkan traksi (daya cengkeram) dan stabilitas kendaraan, terutama saat berkendara di permukaan jalan yang licin (basah, es, pasir, lumpur).  
Cara Kerja 1. Deteksi: Sensor kecepatan roda memantau putaran setiap roda dan mengirim data ke ECU (komputer mobil/motor). Wheel Speed Sensor
  2. Koreksi: Jika ECU mendeteksi roda berputar terlalu cepat (selip), ia akan mengambil tindakan. ECU (Electronic Control Unit)
  3. Tindakan: Mengurangi tenaga mesin (Engine Torque) atau mengerem roda yang selip secara individual. Sistem Rem (ABS), Sistem Injeksi Bahan Bakar/Pengapian
Kegunaan * Mencegah hilangnya kendali saat akselerasi.  
  * Memastikan distribusi tenaga yang optimal ke roda.  
  * Menjaga kendaraan tetap stabil saat menikung di jalan licin.  
Perawatan * Jaga kebersihan sensor kecepatan roda dari kotoran/lumpur. Konektor Sensor
  * Periksa lampu indikator TCS; jika menyala terus, segera periksa ke bengkel. Lampu Indikator Dashboard
  * Lakukan servis berkala untuk memastikan sistem elektronik berfungsi baik.  

C. Electronic Stability Control (ESC)

Aspek Detail
Definisi Sistem yang menjaga stabilitas lateral (samping) kendaraan untuk mencegah oversteer dan understeer (hilang kendali).
Cara Kerja

Membandingkan arah kemudi (input pengemudi) dengan arah mobil sebenarnya (yaw rate). Jika berbeda, ESC mengerem satu atau lebih roda secara selektif dan mengurangi tenaga mesin untuk mengoreksi arah.
Fungsi Utama Mempertahankan kendaraan tetap di jalurnya saat manuver mendadak atau menikung cepat.
Kelebihan * Paling efektif mengurangi risiko kecelakaan fatal akibat hilang kendali. * Bekerja secara otomatis dan cepat tanpa input pengemudi.
Kekurangan * Dapat mengganggu pengemudi berpengalaman yang sengaja drift atau sliding (tapi umumnya bisa dimatikan). * Perbaikan komponen sensor bisa mahal.
Perawatan Sama seperti TCS: Jaga kondisi sensor kecepatan dan sensor yaw rate, lakukan diagnostik sistem saat servis.

D. Brake Assist System (BAS/BA):

 

Aspek Deskripsi Komponen Terkait
Definisi Fitur keselamatan yang secara otomatis meningkatkan tekanan pengereman secara maksimal saat mendeteksi adanya situasi pengereman darurat.  
Tujuan Utama Mengatasi kecenderungan pengemudi yang sering tidak menginjak pedal rem cukup kuat atau cepat dalam situasi panik/darurat. ECU (Electronic Control Unit)
Cara Kerja 1. Deteksi: Sensor (biasanya di pedal rem) memonitor kecepatan dan kekuatan injakan pedal rem oleh pengemudi. Sensor Injak Pedal Rem
  2. Identifikasi Darurat: Jika pengemudi menginjak rem dengan sangat cepat dan mendadak—meskipun injakannya tidak terlalu dalam—sistem ECU akan menginterpretasikannya sebagai panic braking (pengereman darurat). Brake Booster (diperkuat)
  3. Aksi Bantuan: ECU secara otomatis mengambil alih dan memberikan tekanan hidrolik tambahan ke sistem rem, membuatnya bekerja dengan kekuatan penuh (maksimal). Sistem Hidrolik Rem
  Hasil: Jarak berhenti kendaraan menjadi lebih pendek secara signifikan, yang dapat mencegah atau meminimalkan keparahan tabrakan.  
Integrasi BA bekerja bersama dengan ABS (Anti-lock Braking System). BA memastikan pengereman maksimal, dan ABS memastikan roda tidak terkunci (agar tetap bisa dikendalikan) selama pengereman maksimal tersebut. ABS Modulator

E. Anti-lock Braking Sistem(ABS)

Aspek Deskripsi
Definisi Sistem kontrol elektronik yang mencegah roda kendaraan terkunci (mengalami selip rotasi) selama pengereman mendadak.
Kategori Teknologi Kontrol (Bukan rem tambahan atau jenis rem fisik baru).
Prinsip Kerja Mengatur tekanan minyak rem secara otomatis melalui Modulator ABS dalam siklus lepas-tekan yang sangat cepat.
Komponen Utama 1. Sensor Kecepatan Roda (Mendeteksi apakah roda akan terkunci). 2. Modulator ABS (Mengatur tekanan hidrolik). 3. ECU ABS (Unit kontrol yang memproses data).
Fungsi Utama 1. Mempertahankan Kontrol Kemudi (Steering Control) saat pengereman darurat. 2. Mengoptimalkan jarak henti, terutama di jalan basah/licin.
Sensasi Saat Aktif Pengemudi akan merasakan getaran atau denyutan pada pedal rem, disertai suara mendesis.
Kelebihan * Mengurangi risiko mobil selip atau berputar 360 derajat saat pengereman keras. * Memungkinkan pengemudi menghindari rintangan sambil tetap mengerem.
Kekurangan * Dapat meningkatkan jarak henti sedikit pada permukaan yang sangat longgar (kerikil/salju tebal). * Biaya perbaikan komponen (sensor, modulator) relatif mahal.
Perawatan * Jaga kebersihan sensor kecepatan di dekat roda. * Ganti minyak rem secara teratur. * Segera periksa jika lampu indikator ABS menyala permanen.

F. Perbandingan fungsi antara ABS dan BA

(sumber : tekinologi populer2022)
Fitur Fokus Utama Kapan Bekerja? Hasil
Brake Assist (BA) Tekanan Pengereman: Memaksimalkan kekuatan rem saat pengemudi panik. Mendeteksi kecepatan injakan pedal rem yang mendadak. Mengurangi Jarak Henti (Stop Distance).
ABS Penguncian Roda: Mencegah roda terkunci (selip). Mendeteksi roda yang mulai berhenti berputar saat pengereman keras. Mempertahankan Kontrol Kemudi (Steering Control).
 

 

 

Scroll to Top